Rp118 Juta Uang Pajak Digelontorkan Hanya Untuk Dinding Penahan tanah Sepanjang 46 Meter Di Labuhan Deli, Papan Informasi Tidak Sesuai, Tak Masuk Akal!

HEADLINE

Rp118 Juta Uang Pajak Digelontorkan Hanya Untuk Dinding Penahan tanah Sepanjang 46 Meter Di Labuhan Deli, Papan Informasi Tidak Sesuai, Tak Masuk Akal!

Deli Serdang – buserbhayangkaranews.com|(27/8/2025) Pemkab Deli Serdang kembali mengucurkan dana ratusan juta rupiah hanya untuk dinding penahan tanah Sepanjang 46 Meter, di jalan lintas desa telaga tujuh kecamatan labuhan deli kabupaten Deli serdang, sementara di plank informasi proyek tidak ada keterangan yang jelas ukuran dan waktu pengerjaannya dan terbuat hanya dari spanduk dan kayu yang saat awak media buser bhayangkara news mendatangi lokasi menemukan papan informasi proyek tersebut tergulung di balik pohon, harusnya papan informasi ya terpasang lah dengan baik. Yang paling aneh tertulis pemeliharaan jembatan, sementara jembatan jauh dari titik pengerjaan. Apa iya menyedot anggaran hingga Rp118.766.000 yang bersumber dari APBD Tahun 2025?.

Pekerjaan ini dikerjakan oleh CV.Binawah Junior di bawah pengawasan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi. Menariknya, papan proyek yang terpasang menegaskan bahwa pekerjaan ini dibiayai dari pajak masyarakat. Artinya, publik punya hak penuh untuk ikut mengawasi.

“Rp118 juta itu bukan angka kecil. Itu uang rakyat! Jangan hanya tambal sulam. Pekerjaan harus transparan, sesuai spesifikasi, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas salah seorang warga sekitar saat wartawan buser Bhayangkara berbincang santai.

Salah seorang pekerja berinisial D saat di konfirmasi buser bhayangkara menyatakan kekecewaannya saat pengerjaan tersebut berlangsung, “janji borongan kami dua minggu aja untuk penggalian dan pengecoran selesai bang, tapi bahan dan uang untuk membayar pekerja macet macet sehingga molor lah pekerjaan sampai satu bulan lebih”.

Dengan anggaran yang cukup besar, proyek ini rawan jadi sorotan jika pengerjaan tak sesuai harapan, apalagi Plank tidak jelas informasi nya dengan kenyataan yang di kerjakan. Kepala Desa Telaga tujuh juga mengatakan tidak tau menahu tentang proyek tersebut, tidak pernah ada koordinasi apapun dengan pihak PU  maupun pemborong ( CV.Binawah Junior ). Suatu hal yang ganjil kan? Kepala desa kan Perwakilan pemerintah di daerah?. Warga kini menunggu bukti nyata dari pemerintah dan kontraktor agar dana ratusan juta tidak menguap sia-sia.

(gustian)