Deli Serdang | Kondisi fasilitas umum di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang kembali menjadi sorotan. Karena kamar mandi untuk tamu laki-laki di Balairung Pemkab Deli Serdang dikeluhkan warga dan tamu undangan karena kotor, bau tidak sedap, dan rusaknya sejumlah fasilitas penting.
Pantauan langsung media ini pada hari Selasa, 8 April 2025. Menunjukkan bahwa kamar mandi laki-laki yang berada di area Balairung, tempat yang sering digunakan untuk berbagai kegiatan resmi termasuk acara pemerintahan dan kunjungan tamu penting memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan.

Air tergenang di lantai kamar mandi, dipenuhi lumut, dan kotoran yang tampak lama tidak dibersihkan. Bau tidak sedap menusuk hidung sejak pintu dibuka, menunjukkan buruknya sistem sirkulasi udara maupun kebersihan rutin di lokasi tersebut. Bahkan, atap kamar mandi yang terbuat dari asbes tampak rusak dan menggantung, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna. Lebih parah lagi, toilet yang tersedia tampak tersumbat dan tak bisa digunakan sama sekali.
Kondisi ini jelas mencoreng citra pelayanan publik di lingkungan Pemkab Deli Serdang. Balai Room yang seharusnya menjadi simbol keramahtamahan pemerintah daerah terhadap tamu justru dinodai oleh fasilitas yang tidak layak pakai.

Warga berharap agar Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan agar segera meninjau langsung kondisi ini dan memberikan perhatian serius terhadap perawatan fasilitas umum. Menurut beberapa pengunjung yang enggan disebutkan namanya, kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Mereka menilai perlu adanya perbaikan menyeluruh dan sistem pemeliharaan berkala agar hal memalukan ini tidak terus terulang.
“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Sebagai tamu, kami merasa tidak dihargai ketika fasilitas dasar seperti kamar mandi saja tidak terurus”, ujar salah satu tamu yang hadir dalam sebuah acara di Balairung Pemkab Deli Serdang.

Fasilitas umum di lingkungan pemerintahan seharusnya mencerminkan standar pelayanan yang baik kepada masyarakat. Dengan rusaknya kamar mandi dan minimnya kebersihan, muncul pertanyaan besar tentang efektivitas pengawasan serta keseriusan pengelola gedung dalam menjaga kenyamanan pengunjung.
Media ini berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, segera mengambil tindakan nyata atas temuan ini. Bukan hanya soal estetika dan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan para pengguna fasilitas.
(Tim)
