Serdang Bedagai ~ BuserBhayangkaraNews.com | Pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2025, Polres Serdang Bedagai melanjutkan kegiatan dengan pelaksanaan ‘Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan’ (KRYD) berupa patroli dan pengamanan di berbagai lokasi wisata pantai. Minggu, 13 April 2025.
Kegiatan dimulai sekitar jam 08.30 WIB oleh Satuan Samapta Polres Serdang Bedagai yang menyisir sejumlah objek wisata di antaranya Pantai Pondok Permai, Bali Lestari, Cermin Theme Park, Wong Rame, Sri Mersing, Kuala Putri, dan Pantai 88.
Kasat Samapta Polres Serdang Bedagai, Iptu Maruli Sihombing, mengimbau para pengunjung untuk tetap berhati-hati dan tidak melewati batas yang telah ditentukan oleh pihak pengelola pantai demi keselamatan bersama.

Sekitar jam 12.35 WIB, Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP Desman Manalu, bersama personel melaksanakan patroli di tiga titik wisata pantai, yaitu:
Pantai Indah Sialang Buah: empat ratus pengunjung, seratus kendaraan roda dua, lima puluh kendaraan roda empat.
Pantai Mutiara Indah Sentang: dua ratus pengunjung, lima puluh kendaraan roda dua, dua puluh lima kendaraan roda empat.

Pantai Bogak Indah: seratus pengunjung, empat puluh kendaraan roda dua, lima kendaraan roda empat.
Selanjutnya, sekitar pukul 13.40 WIB, Kapolsek Perbaungan, AKP S. Gurusinga, turut melaksanakan patroli dan pengamanan di lima objek wisata pantai, yaitu:
Pantai Romantis: empat ratus lima puluh pengunjung, seratus kendaraan roda dua, tujuh puluh delapan kendaraan roda empat.

Pantai Nangrove: dua ratus lima puluh pengunjung, tujuh puluh kendaraan roda dua, tiga puluh kendaraan roda empat.
Cemara Kembar: dua ratus pengunjung, lima belas kendaraan roda dua, lima puluh kendaraan roda empat.
Pantai Klang: seratus pengunjung, empat puluh tiga kendaraan roda dua, dua puluh kendaraan roda empat.

Pantai ATP: seratus pengunjung, empat ratus tiga puluh kendaraan roda dua, dua puluh kendaraan roda empat.
Dalam imbauannya, para kapolsek menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama dalam momen liburan pascalebaran, guna menghindari potensi kejadian yang tidak diinginkan.
(Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos)
