Hadapi Musim Hujan, BPBD Sumut Perkuat Mitigasi Dan Salurkan Rp3,5 Miliar Bantuan
Medan ~ buserbhayangkaranews.com| (9/10/2025) Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat langkah antisipasi bencana hidrometeorologi dengan menggandeng seluruh pemerintah kabupaten/kota. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Sumut mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp3,5 miliar untuk memperkuat kesiapsiagaan di daerah.
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (8/10/2025).

Fokus utama kerja BPBD ada pada tiga aspek: kesiapsiagaan, penanganan saat bencana, serta penanganan pascabencana. Saat ini, perhatian kita tertuju pada potensi bencana hidrometeorologi basah seiring masuknya musim penghujan, jelas Tuahta.
Instruksi ke Daerah dan Edukasi Masyarakat
BPBD Sumut telah menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Salah satunya dengan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar lebih tangguh menghadapi bencana. Selain dukungan dana, Pemprov Sumut juga memastikan bantuan logistik dan pendampingan lapangan saat bencana terjadi.
Catatan Bencana dan Dokumen R3P
Sepanjang 2024, BPBD Sumut mencatat 677 kejadian bencana, dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menempati angka tertinggi, yakni 237 kejadian. Untuk memperkuat pemulihan, Gubernur Sumut mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota segera menyusun Dokumen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
“Dokumen R3P ini sangat penting untuk memetakan kebutuhan masyarakat, menyusun strategi rehabilitasi, serta memperkuat ketahanan ekonomi setelah bencana. Pemerintah daerah bisa memanfaatkan dana hibah dari BNPB maupun kementerian terkait,” kata Tuahta.
Rp88 Miliar Dana Hibah untuk Empat Kabupaten
Selain dukungan provinsi, BNPB RI pada 2025 juga menyalurkan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi senilai Rp88 miliar ke empat kabupaten di Sumut:
Serdangbedagai: rehabilitasi dinding penahan tanah, box culvert, jembatan gantung, tanggul sungai, dan DAM.
Padanglawas: rekonstruksi jalan, jembatan, irigasi, saluran air bersih, ruang kelas, rumah guru, serta MCK sekolah.
Asahan: rehabilitasi jalan dan jembatan.
Nias Utara: rekonstruksi jalan, jembatan, serta tembok penahan tanah.
Dengan serangkaian langkah tersebut, BPBD Sumut menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
(gustian)
