Bocah Hilang Dua Bulan, Ditemukan Jadi Korban Siram Bensin, Akhirnya Damai Di Balai Desa Kelambir V
Deli Serdang~ buserbhayangkaranews.com| (2/11/2025) Kisah pilu dialami oleh Salju Tafonao (14), bocah asal Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang. Setelah dua bulan dinyatakan hilang, ia akhirnya ditemukan dalam kondisi cukup mengenaskan usai menjadi korban penyiraman bensin oleh tiga pelajar SMA.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/10/2025) sekira pukul 03.00 WIB di kawasan Dusun IV Desa Kelambir V Kebun. Tiga pelajar berinisial IJ (15), ER (12), dan AF (14) diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kasus ini berawal ketika orang tua korban, Siagus Tafonao (45), melaporkan anaknya hilang sejak 30 Agustus 2025 ke Polsek Medan Belawan dengan Nomor Laporan: STPL-OR/27/IX/2025/SU/PEL-BLW/SEK-MEDAN LABUHAN.
Selama dua bulan, keluarga terus mencari tanpa hasil, hingga akhirnya mendapatkan kabar mengejutkan dari media sosial Facebook. Salah satu warga Kelambir V mengunggah foto remaja mirip Salju, dan informasi itu segera dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Keluarga pun langsung menuju lokasi penemuan di Jalan Kapas 3, Desa Kelambir V Kebun, dan mendapati Salju tinggal bersama Warno dan menantunya, Nita, yang selama ini merawatnya sebelum peristiwa itu terjadi.
Kami sangat bersyukur akhirnya bisa menemukan anak kami dalam keadaan hidup, meskipun luka-luka. Terima kasih kepada keluarga Pak Warno yang telah merawatnya, ujar Siagus Tafonao, ayah korban, penuh haru.
Kasus ini kemudian difasilitasi oleh Kepala Desa Kelambir V Kebun, Faisal S.E., bersama Kepala Dusun VII Kapas 3, Beni Wibowo, Babinsa Kusmiono, dan Bhabinkamtibmas K. Hutagalung, untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Dalam mediasi tersebut, pihak keluarga pelaku Rina Wati (40), Pujiadi (48), dan Rifai (43) menyatakan penyesalan atas perbuatan anak-anak mereka dan bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan korban.
Kami lakukan mediasi dengan penuh tanggung jawab, tanpa paksaan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar membimbing anak-anak lebih bijak dalam pergaulan, ungkap Kepala Desa Faisal S.E. kepada awak media.
Kini, Salju masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi berangsur membaik. Keluarga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak remaja.
Meski berakhir damai, kisah Salju Tafonao meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya kepedulian sosial dan empati di tengah masyarakat.
(Muhajir)
