Dana BOS SMA Negeri 1 Kutalimbaru Diduga Bermasalah, Ratusan Juta Tanpa Jejak Nyata
Medan | BuserBhayangkaraNews.com|(11/11/2025) Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2024 di SMA Negeri 1 Kutalimbaru disorot publik. Sejumlah kejanggalan ditemukan dalam laporan penggunaan dana tahap pertama dan kedua yang totalnya mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.

Pada pencairan tahap pertama, sekolah menerima sekitar Rp 640 juta, di mana Rp 335 juta disebut untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. Namun, hingga kini tidak tampak hasil fisik pemeliharaan di lingkungan sekolah.
Sementara pada tahap kedua senilai Rp 633 juta, dana Rp 365 juta dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan dan pojok baca, tetapi justru ditemukan selisih anggaran dan dugaan mark-up laporan.
Kepala Sekolah Fibriani Tri Dewi Br. Bangun yang menjadi penanggung jawab penggunaan dana, tidak memberikan klarifikasi meski telah dihubungi melalui WhatsApp dan telepon.
Publik kini mendesak Dinas Pendidikan Sumut serta aparat penegak hukum untuk turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan dana BOS ini. Dana BOS adalah uang negara, bukan dana pribadi — setiap rupiah harus punya bukti dan manfaat nyata bagi siswa.
(gustian)
