Kesaksian Berbelit Oleh Anak Adopsi, Bikin Rumit Perkara Dosen Diduga Bunuh Suami

HUKUM & KRIMINAL

Medan ~ BuserBhayangkaraNews.com | Perssidangan kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan oknum dosen, Dr. Tiromsi Sitanggang, terhadap suaminya, Rusman Maralen Situngkir, kembali digelar. Kali ini, Angel Situngkir, anak angkat dari pasangan tersebut, memberikan kesaksian yang justru membuat perkara semakin rumit.

Dalam keterangannya, Angel mengaku pernah membohongi korban saat mengambil foto sambil memegang KTP. “Mama menyuruh saya untuk ambil foto papa sambil pegang KTP untuk keperluan polis asuransi. Agar papa mau, saya disuruh bilang foto itu untuk kuliah”, ungkap Angel di hadapan majelis hakim.

Namun, kesaksian Angel dinilai tidak konsisten dan kerap berbeda dengan berita acara pemeriksaan (BAP) maupun keterangan saksi lain. Saat ditanya soal kondisi rumah tangga orang tuanya, Angel awalnya mengaku tidak ada pisah ranjang. Tapi setelah Jaksa membacakan isi BAP, Angel akhirnya mengakui bahwa kedua orang tuanya sudah pisah ranjang sejak ia masuk kuliah dua tahun lalu.

Tidak hanya itu, Angel juga menyebut hubungan kedua orang tuanya masih harmonis dan sering makan bersama. Pernyataan ini bertolak belakang dengan keterangan saksi-saksi sebelumnya yang menyatakan bahwa rumah tangga pasangan tersebut sering diwarnai cekcok dan ketidak harmonisan.

Kuasa Hukum korban, Ojahan Sinurat, S.H., menilai kesaksian Angel tidak independen karena terlihat cenderung memihak terdakwa. “Setiap memberikan kesaksian, dia selalu melirik ke arah terdakwa”, ujar Ojahan.

Persidangan masih akan berlanjut untuk menggali keterangan saksi lainnya demi mengungkap kebenaran di balik kasus yang menyeret nama seorang akademisi ini.

Sementara itu, Haposan Situngkir, abang kandung korban, mengungkap fakta mengejutkan bahwa Angel bukan anak kandung dari korban maupun terdakwa. “Angel merupakan anak adopsi dari kerabat kami di Tanjung Balai. Karena kerabat itu kemudian punya anak dan tidak mau lagi mengurus Angel, maka Rusman dan Tiromsi mengadopsinya”, jelas Haposan.

(Yetti Defrina)