Demo Di Sekitar Sun Plaza Medan Dibubarkan Polisi, Warga Luka Parah Terekam Video
Medan~buserbhayangkaranews.com| (30/8/2025)
Aksi demonstrasi di kawasan sekitar Sun Plaza, Kota Medan, Jumat sore (29/8/2025), berakhir ricuh setelah aparat kepolisian diduga menggunakan tindakan represif dalam pembubaran massa.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar, terlihat seorang warga tergeletak di jalan dengan kondisi tangan terikat dan mengalami luka di bagian kepala. Tayangan ini memicu kecaman publik karena diduga menunjukkan penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, korban sebelumnya ikut dalam aksi unjuk rasa sebelum akhirnya ditangkap dan dipukul hingga tidak berdaya.
“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan dalam penanganan aksi unjuk rasa. Polisi seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif, bukan represif,” ujar salah seorang aktivis mahasiswa yang berada di lokasi.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Publik mendesak Kapolda Sumatera Utara segera mengambil langkah tegas dengan melakukan investigasi menyeluruh serta memberikan sanksi kepada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.
Peristiwa ini menambah panjang daftar dugaan kasus kekerasan aparat terhadap masyarakat sipil dalam penanganan aksi unjuk rasa. Padahal, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara aman tanpa intimidasi maupun kekerasan.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil, LSM, dan kalangan mahasiswa turut menyerukan agar Komnas HAM turun tangan melakukan investigasi independen. Mereka juga menekankan pentingnya Polri menjalankan tugas sesuai prinsip HAM sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum dan kebebasan berekspresi harus berjalan seiring demi terwujudnya demokrasi yang sehat di Indonesia.
(Wilson)
