Medan ~ BuserBhayangkaraNews| Komitmen pemberantasan narkoba di Kota Medan kembali ditegaskan melalui operasi gabungan Korps Bela Negara Indonesia (KBNI) bersama personel Babinsa TNI dan perangkat lingkungan setempat. Operasi tersebut digelar pada Selasa malam (10/2/2026) dengan menyasar sejumlah titik yang diduga kuat menjadi zona merah transaksi narkotika.
Kegiatan dimulai dengan penyisiran di beberapa lokasi yang berdasarkan laporan masyarakat kerap dijadikan tempat berkumpulnya pengedar dan pengguna narkoba. Namun saat tim tiba di lokasi sasaran, kondisi mendadak sepi dan tidak ditemukan aktivitas mencurigakan seperti biasanya.

Hal ini memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi sebelum operasi berlangsung. Diduga, jaringan kaki tangan bandar narkoba yang memantau pergerakan petugas telah memberikan peringatan kepada para pelaku untuk melarikan diri.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa lokasi tersebut sempat ramai sebelum aparat datang. “Tadi masih ramai, tapi mendadak bubar semua seperti sudah tahu akan ada razia,” ujarnya.
Wakil Panglima wilayah (WaPangWil) Sumatera Utara (Sumut)1 Harimau Andalas, Markas Komando Wilayah (Makowil) I/HA Korps Bela Negara Indonesia (KBNI), Benny Andhika, ST yang memimpin langsung kegiatan didampingi Kepala Staf 2 Operasi dan Latihan (Opslat) Dody Permana, SE menegaskan bahwa KBNI tidak akan mundur dalam memerangi peredaran narkoba.
Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. KBNI akan terus bersinergi dengan TNI, Polri, dan unsur masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Kota Medan demi menyelamatkan generasi muda,” tegas Benny Andhika.
Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi strategi akan dilakukan untuk meminimalisir potensi kebocoran informasi pada operasi berikutnya. Penguatan pengawasan di tingkat lingkungan menjadi salah satu fokus utama ke depan.
Meski dalam operasi kali ini para pelaku berhasil menghindar, kehadiran aparat di wilayah rawan diharapkan memberi efek jera serta mempersempit ruang gerak jaringan narkoba. KBNI memastikan operasi serupa akan digelar secara rutin dan berkelanjutan.
KBNI juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan demi mewujudkan Medan yang aman, bersih, dan terbebas dari narkoba.
(Gus)
