Deli Serdang ~ BuserBhayangkaraNews.com | Halaman utama Yayasan Pendidikan Singosari Delitua berubah menjadi panggung kemeriahan budaya dan inovasi dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-36 yayasan tersebut. Mengusung tema “Membingkai Masa Depan dengan Warisan Budaya dan Inovasi”, ratusan peserta yang terdiri dari siswa, guru, alumni, tokoh masyarakat, serta tamu undangan hadir memeriahkan rangkaian kegiatan selama dua hari, 3–4 Juni 2025.
Acara bertajuk ‘Pentas Seni dan HUT Singosari Ke-36’ ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wahana edukasi dan aksi sosial. Mulai dari bazar UMKM, lucky draw, lomba inovasi antar siswa, hingga penampilan seni tari dan musik daerah, semuanya dikemas untuk mempererat kolaborasi antara pendidikan, budaya, dan masyarakat.
Yang tidak kalah menarik, panitia juga menyediakan layanan service laptop dan sepeda motor gratis, pemeriksaan kesehatan, serta donor darah terbuka untuk umum, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Singosari, Hotman Saragih, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan seluruh elemen yayasan selama lebih dari tiga dekade.
“Kami tidak hanya merayakan usia, tapi juga perjalanan nilai, dedikasi, dan komitmen terhadap pendidikan dan kebudayaan. Di usia ke-36 ini, kami siap berinovasi tanpa melupakan akar budaya kita”, ujarnya di hadapan para undangan.
Acara pembukaan dimeriahkan dengan kirab budaya yang menampilkan kostum khas daerah dan pertunjukan seni dari siswa-siswi tingkat SD, SMP, dan SMK yang berada di bawah naungan yayasan. Salah satu program unggulan yang diluncurkan pada kesempatan ini adalah digitalisasi pendidikan, sebuah inisiatif yang menandai kesiapan Yayasan Singosari menyongsong era transformasi digital di dunia pendidikan.
Momen yang paling mengharukan dirasakan oleh Bapak Moses Pangaribuan, salah satu orang tua siswa saat menyaksikan penampilan tari dari anak-anak.

“Bangga rasanya melihat anak-anak mencintai budaya Indonesia. Ini bukan sekadar pertunjukan, ini pelestarian”, ungkapnya dengan nada penuh semangat.
Malam puncak ditutup dengan pertunjukan wayang kontemporer yang mengangkat kisah tokoh lokal dengan visualisasi digital modern. Pementasan ini menjadi simbol harmonisasi antara warisan tradisional dan semangat inovasi teknologi yang menjadi semangat utama acara tahun ini.
Tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun, kegiatan ini juga mempertegas komitmen Yayasan Pendidikan Singosari untuk menjadi lembaga pendidikan dan sosial yang **adaptif, berdaya saing global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
(Yetti Defrina)
