Diduga Di Culik Travel Gelap Gadis Asal Pasaman Barat Masih Di Bawah Umur
Medan ~ BuserBhayangkaraNews.com|(20/7/2025)
Kasus dugaan penculikan anak di bawah umur kembali menggemparkan publik. Seorang gadis bernama Ainun, warga Pondok Sasa, Pasaman Barat, dilaporkan raib setelah diduga dibawa kabur oleh supir travel liar bernama Ifan atau Irfan. Ironisnya, Ainun adalah keponakan kandung dari Wakil Sekretaris DPP TKN Kompas Nusantara Bidang Pengembangan, Feri Candra, yang kini turun langsung mengawal kasus ini.
“Ini bukan sekadar persoalan keluarga. Ini soal keselamatan seorang anak di bawah umur. Ainun adalah keponakan saya. Saya minta kepada Ifan atau Irfan: kembalikan keponakan saya segera. Jangan main-main dengan keselamatan anak orang!” tegas Feri Candra kepada wartawan saat diwawancarai di Medan, Minggu (20/7/2025).
Feri Candra menilai tindakan Ifan/Irfan sebagai bentuk pelanggaran hukum serius. Ia mendesak aparat kepolisian bertindak cepat dan profesional untuk menyelamatkan Ainun serta membongkar jaringan travel liar yang dinilai meresahkan.
“Supir travel liar ini wajib bertanggung jawab. Jangan sampai ada indikasi perdagangan orang. Kami minta pemerintah daerah dan lembaga perlindungan anak segera terlibat. Ini bukan masalah kecil. Ini bisa menjadi ancaman bagi anak-anak lainnya,” lanjut Feri yang tampak emosi.
Dari keterangan keluarga, peristiwa ini bermula ketika Ainun menginap di rumah saudaranya, Ayn, di wilayah Pasaman Barat. Ainun diketahui sudah tiga hari di rumah Ayn sebelum akhirnya dijemput oleh Ifan/Irfan bersama adik ipar Ayn. Informasi dari istri sah Ifan menyebutkan bahwa perjalanan mereka sempat berhenti di Simpang Sungai Jaring. Di lokasi itu, adik ipar Ayn turun dan kembali ke Pasaman Barat, sedangkan Ifan melanjutkan perjalanan bersama Ainun. Sejak saat itu, keberadaan Ainun tidak diketahui.
Orang tua Ainun, Karnaini dan Zakiar, sangat terpukul. Setiap hari mereka hanya bisa berharap agar sang anak kembali pulang dengan selamat.
“Sudah tiga hari kami mencari Ainun. Tolong bantu kami. Kami mohon kepada siapa saja yang tahu keberadaan anak kami, Ainun, segera hubungi kami atau lapor polisi,” ujar Zakiar, ayah korban, dengan suara terbata.
Kisah ini semakin rumit setelah hubungan antara Ifan dengan Ayn terungkap. Informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan bahwa Ifan menjalin hubungan khusus dengan Ayn, yang diketahui oleh istri sahnya. Sang istri bahkan meluapkan kemarahan kepada Ayn dan menuntut agar Ifan memilih keluarga atau Ayn. Mertuanya pun diduga ikut menekan Ayn agar mundur dari hubungan tersebut.
Keluarga korban juga sempat menghubungi orang tua Ifan di daerah Galapung, Kecamatan Tanjung Raya, Kenagarian Tanjung Sani, Maninjau. Mereka membenarkan bahwa Ifan sempat membawa Ainun, namun setelah itu tidak tahu lagi di mana keberadaan anak mereka.
Feri Candra, yang merupakan paman kandung korban, menegaskan bahwa ia tidak akan diam. Jika dalam waktu dekat Ainun tidak dikembalikan, ia berjanji akan membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Saya tidak akan biarkan kasus ini berhenti di tengah jalan. Kami akan tempuh semua jalur hukum yang ada. Demi keselamatan keponakan saya, Ainun, dan demi keamanan anak-anak lain di daerah ini,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Ainun belum ditemukan. Keluarga korban, bersama pihak kepolisian dan masyarakat, masih terus melakukan pencarian. Warga diimbau untuk melaporkan informasi sekecil apa pun terkait keberadaan Ainun.
Kasus dugaan penculikan anak di bawah umur dengan modus travel liar ini menjadi perhatian serius di wilayah Pasaman Barat. Masyarakat berharap pihak kepolisian bertindak cepat sebelum terlambat.
(Wilson)
