Wujudkan Mimpi Bung Hatta, Gubernur Bobby Tancap Gas Bangun 80.000 Gerai Koperasi Merah Putih: Sumut Jadi Titik Awal
Deli Serdang ~ buserbhayangkaranews.com| (20/10/2025) Semangat kebangkitan ekonomi kerakyatan digaungkan dari Sumatera Utara. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, secara simbolis memulai pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan meletakkan batu pertama di Desa Wonosari, Pasar V, Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (17/10/2025).
Aksi ini bukan sekadar seremoni lokal, melainkan penanda dimulainya proyek ambisius nasional. Peletakan batu pertama di Deli Serdang ini adalah bagian dari pembangunan 80.000 gerai, gudang, dan sarana pendukung Koperasi Merah Putih yang akan didirikan serentak di seluruh Indonesia. Pembangunan 800 gerai yang melibatkan jajaran TNI AD disaksikan secara virtual oleh seluruh daerah.

Dalam acara penting yang dihadiri Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, dan unsur Forkopimda lainnya, Gubernur Bobby Nasution menegaskan komitmen daerah dalam menyukseskan program ini.
Usai seremoni, para hadirin menyimak arahan dari Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, yang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan tahap operasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Alhamdulillah, setelah resmi memiliki legalitas yang diresmikan oleh Bapak Presiden pada bulan Juli lalu, seluruh 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini memasuki fase pembangunan fisik, ujar Menteri Ferry.
Program kolosal ini adalah tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Menteri Ferry menjelaskan, Presiden Prabowo memiliki visi menjadikan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, meneruskan cita-cita Bapak Pendiri Bangsa, seperti Bung Hatta dan Margono Djojohadikusumo.
Nantinya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memiliki peran ganda: menjadi distributor yang menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat desa dan menjadi agregator yang menampung dan membeli hasil produksi warga desa. Pemerintah berharap koperasi ini dapat menjadi badan usaha yang sejajar dengan BUMN dan swasta, serta menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan di masa depan.
(gustian)
