Warga Protes Peternakan Babi Di Tengah Pemukiman, Warga Cekcok: RT 01 Helvetia Sampaikan Surat Teguran Resmi
Deli Serdang– Buserbhayangkaranews.com|(4/11/2025) Firman Giawa, Ketua RT 01 Dusun IV Desa Helvetia, menindaklanjuti keluhan warga terkait keberadaan peternakan babi yang berada di tengah pemukiman padat penduduk. Surat teguran resmi dari Pemerintah Desa Helvetia bernomor 140/1895 I/X2025, tertanggal 28 Oktober 2025, telah disampaikan kepada pemilik peternakan yang diketahui berinisial P/S, bersama beberapa nama lain yang terlibat dalam aktivitas peternakan tersebut.

Surat tersebut turut ditembuskan kepada Camat Labuhan Deli, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Ketua BPD Desa Helvetia. Warga mengeluhkan bau menyengat dan suara bising dari ternak babi, terutama pada malam hari. Selain itu, lokasi kandang yang berada di tanah rendah kerap menyebabkan limbah meluap saat hujan, mencemari parit di sekitar rumah warga. Kami khawatir saat gotong royong, kotoran ternak bisa kena tangan masyarakat, ujar salah satu warga.
Firman Giawa menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan agar tetap tenteram. Namun, penyampaian surat teguran sempat memicu ketegangan. Pemilik peternakan dikabarkan tidak terima dan meminta RT menunjukkan SK pengangkatannya. Firman pun menegaskan bahwa tindakannya berdasarkan surat resmi dari Pemerintah Desa Helvetia.
Tak lama berselang, suasana memanas ketika seorang warga berinisial G diduga memotret rumah RT pada malam hari. Aksi tersebut menimbulkan kecurigaan warga sekitar. Saya keluar karena dengar suara motor berhenti, ternyata ada yang foto rumah, ujar Firman kepada wartawan.
Keesokan paginya, orang yang sama kembali terlihat di sekitar rumah RT dengan gerak-gerik mencurigakan. Saat dikonfirmasi, warga itu berdalih sedang menelpon rekannya, namun pengakuannya dibantah oleh pihak yang disebut.
Kasus ini masih berlanjut dan menjadi perhatian masyarakat setempat. Warga berharap Pemerintah Desa segera mengambil langkah tegas demi menjaga kenyamanan lingkungan pemukiman.
(Muhajir)
