Rehab SDN 101801 Deli tua Diduga Tanpa Bestek, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

KABAR DAERAH SOROT

Rehab SDN 101801 Deli tua Diduga Tanpa Bestek, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

Deli Serdang ~ buserbhayangkaranews.com|(21/1/2026) Pengerjaan rehabilitasi di SD Negeri 101801 Deli tua, Kecamatan Deli tua, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan kuat proyek dikerjakan tanpa bestek (gambar kerja dan spesifikasi teknis) yang seharusnya menjadi acuan utama pekerjaan konstruksi pemerintah.

Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pembongkaran dan perbaikan pada tiga ruang kelas bagian depan sekolah. Pekerjaan meliputi pembongkaran atap seng lama, penggantian seng baru, perbaikan plafon, hingga pengecatan ruang kelas. Namun, tidak ditemukan papan proyek, dokumen teknis, maupun informasi pekerjaan yang lazim ditampilkan dalam proyek yang menggunakan dana negara.

Saat dikonfirmasi, Kepala SDN 101801 Deli tua, Soyem, mengaku tidak mengetahui keberadaan bestek pengerjaan tersebut.
“Kalau soal bestek saya kurang tahu. Yang saya tahu hanya ada perbaikan tiga lokal bagian depan, bongkar seng, plafon, dan cat,” ujarnya kepada wartawan.

Pernyataan tersebut justru menambah tanda tanya, sebab dalam sistem pengelolaan proyek pemerintah, pihak sekolah seharusnya mengetahui perencanaan teknis dan mekanisme pelaksanaan pekerjaan.

Berpotensi Langgar Aturan:
Dalam regulasi pengadaan pemerintah, setiap pekerjaan konstruksi wajib memiliki perencanaan teknis. Hal ini diatur dalam:
Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang mewajibkan pekerjaan konstruksi memiliki spesifikasi teknis, gambar kerja, dan dokumen kontrak.
Permendikbud tentang pengelolaan sarana prasarana sekolah, yang menegaskan bahwa rehabilitasi bangunan pendidikan harus memenuhi standar keselamatan, mutu, dan akuntabilitas.

Tanpa bestek, pekerjaan rawan tidak sesuai standar, baik dari sisi kualitas material, metode pengerjaan, maupun ketahanan bangunan, yang pada akhirnya berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.

(BLT)