Batang Kuis I BuserBhayangkara-Nestapa yang dialami Dwi Khairunisa, warga Dusun V Jalan Kebun Sayur, Desa Tanjung Sari, menjadi potret pilu dari sebuah rumah tangga yang seharusnya dibangun atas dasar kasih sayang dan tanggung jawab. Setelah menjalani pernikahan selama satu tahun dan dikaruniai seorang anak, Dwi mengaku ditinggalkan suaminya, Daniel Hamonangan Gultom, yang disebut tidak lagi memberikan nafkah kepada istri maupun anak mereka.
tidak hanya persoalan nafkah, Dwi juga mengaku harus menanggung beban psikologis akibat berbagai pernyataan yang dinilai menyakitkan dari suaminya. Ia menyebut Daniel diduga menyebarkan informasi kepada masyarakat bahwa anak yang dilahirkannya bukan merupakan anak kandungnya.
tuduhan tersebut, menurut Dwi, telah melukai harga dirinya sebagai seorang ibu sekaligus mencoreng nama baik keluarganya di tengah lingkungan tempat tinggal mereka. Situasi itu semakin memperburuk kondisi emosional yang telah lama ia rasakan sejak hubungan rumah tangganya mulai mengalami keretakan.
“Saya sangat terpukul. Suami saya sudah tidak memberikan nafkah kepada saya dan anak. Yang lebih menyakitkan, dia melontarkan kata-kata yang tidak pantas kepada saya dan keluarga saya,” ujar Dwi saat ditemui, Senin (1/6/2026).
Menurut pengakuannya, sikap suaminya telah berubah sejak masa kehamilan. Bahkan ketika dirinya sedang mengandung dan mendekati proses persalinan, Daniel disebut masih menyampaikan kepada sejumlah orang bahwa dirinya belum memiliki anak.
Padahal saat itu saya sedang hamil tua dan akan melahirkan. Setelah anak lahir pun, dia masih mengatakan kepada masyarakat bahwa kami belum dikaruniai anak,” ungkapnya dengan nada sedih.
Dwi juga mengaku semakin terluka ketika mendengar adanya informasi yang beredar di tengah masyarakat bahwa anak yang dilahirkannya bukan anak kandung Daniel. tuduhan tersebut, kata dia, bukan hanya menyerang dirinya secara pribadi, tetapi juga telah menyeret nama baik kedua orang tuanya.
yang paling membuat saya hancur adalah ketika mereka menyebarkan cerita bahwa anak yang saya lahirkan bukan anak kandung suami saya, bahkan dikatakan sebagai anak orang tua saya sendiri. tuduhan itu sangat menyakitkan,” tuturnya.
Kondisi tersebut kini menjadi perhatian keluarga Dwi yang berharap persoalan rumah tangga itu dapat diselesaikan secara adil dan bertanggung jawab. mereka menilai setiap anak yang lahir dari sebuah pernikahan berhak memperoleh pengakuan, perlindungan, kasih sayang, dan nafkah dari kedua orang tuanya (007)
