Pembusukan Rutan Kelas I Medan Terbongkar, Isu Sarang Narkoba Ternyata Fitnah Berbalut Balas Dendam 

SOROT

Pembusukan Rutan Kelas I Medan Terbongkar, Isu Sarang Narkoba Ternyata Fitnah Berbalut Balas Dendam

​Medan ~ buserbhayangkaranews.com| (14/10/2025) Badai tuduhan yang menerpa Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan, menuding institusi itu sebagai sarang peredaran narkoba, akhirnya mereda. Bukan karena terbukti, melainkan karena narasi liar tersebut kini dikuliti habis sebagai fitnah tanpa dasar, sebuah operasi pembusukan yang diduga kuat sarat motif politik dan dendam pribadi.

​Narasi kotor yang sempat viral dan dimuat oleh sejumlah media non-kredibel itu kini dibantah tuntas oleh rangkaian saksi kunci. Dari ring satu pemasyarakatan, mantan warga binaan, hingga tokoh pers dan aktivis anti-narkoba nasional, semua kompak menyatakan: Isu itu adalah hoaks sistematis.

​Ketua Umum DPP Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Nasional (GARNIZUN), H. Ardiansyah Saragih, S.H., M.H., melalui Humas GARNIZUN Aswani Hafit, tak basa-basi. Ia menyebut tuduhan peredaran narkoba di Rutan Medan adalah rekayasa murahan yang sengaja diproduksi untuk menjatuhkan wibawa kepemimpinan Rutan yang dikenal sangat tegas.

​Kami sudah turun langsung. Tidak ada bukti peredaran narkoba di sana. Ini murni hoaks, fitnah keji yang sarat motif politik serta kepentingan pribadi. Kami menduga, ini ulah pihak yang bisnis haramnya terhenti oleh ketegasan Kepala Rutan,” tegas Ardiansyah Saragih, mendesak aparat hukum mengusut tuntas pelaku di balik skandal narasi ini.

​Bantahan paling telak justru datang dari mereka yang pernah menghuni terali besi Rutan Medan. DS, salah seorang mantan warga binaan yang baru bebas, memberikan kesaksian yang mematahkan tuduhan liar tersebut.

​Kehidupan di dalam sekarang diawasi super ketat. Tidak ada celah untuk bawa barang haram. Semua diawasi CCTV, razia mendadak setiap saat, bahkan untuk sekadar HP saja sulit. Yang bilang rutan jadi sarang narkoba itu jelas-jelas tidak tahu kondisi. Itu omong kosong! ungkap DS dengan nada tinggi.

​Ia bahkan menduga, narasi ini dihembuskan oleh oknum yang dulunya diuntungkan oleh status quo lama, namun kini usahanya terhenti total oleh kebijakan pimpinan Rutan yang anti-kompromi. Ada yang dulu bisnis haramnya dihentikan, sekarang ingin balas dendam lewat media, tambahnya.

​Dunia pers independen di Sumatera Utara pun turut mencium bau busuk dari narasi yang beredar. Ketua DPW Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara, HA Nuar Erde, tegas menilai isu ini sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap lembaga pemasyarakatan.

​Kami dari IMO Sumut sudah investigasi langsung. Semua tuduhan itu nihil. Narasi ini merupakan rekayasa untuk guncang wibawa Kementerian Imipas, ujar Nuar Erde.

​Menurutnya, Rutan Kelas I Medan di bawah kepemimpinan saat ini justru menjadi benchmark pengelolaan modern dan bersih, fokus pada pembinaan moral, bukan pembiaran bisnis haram.

​Rutan Kelas I Medan sendiri menyatakan komitmennya tak akan surut. Mereka menegaskan terus menjaga Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Narkoba dengan sinergi BNN, kepolisian, dan pengawasan berbasis teknologi. Rutan bukan tempat melindungi kejahatan. Kami adalah garda depan dalam perang melawan narkoba, bukan pelaku, tandas salah satu pejabat rutan.

​Publik kini menantikan langkah tegas Menteri Imipas, Jenderal (Purn) Agus Andrianto, untuk menindak penyebar hoaks ini, sekaligus memberikan apresiasi kepada jajaran pemasyarakatan yang konsisten menjaga integritas.

(Yetti Defrina_Pimpinan)