Penumpang Tewas Ditinggal Di Jalan, Sopir ALS Malah Santai Merokok, Publik Geram, LSM Siap Tempuh Jalur Hukum
Medan ~ buserbhayangkaranews.com| (24/10/2025) PT Antar Lintas Sumatera (ALS) tengah jadi sorotan publik. Perusahaan transportasi lintas Sumatera itu diduga menelantarkan seorang penumpang hingga meninggal dunia di perjalanan, setelah korban mengalami sesak napas akibat asap rokok dari sopir bus ber-AC.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat malam, 10 Oktober 2025, sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Solok, Sumatera Barat. Korban yang berangkat dari Jakarta dua hari sebelumnya menggunakan bus resmi ALS, disebut mulai sesak napas karena sopir merokok di dalam kabin tertutup.

Alih-alih menolong, sopir justru menurunkan korban begitu saja di pinggir jalan, di tengah malam gelap dan dingin. Warga sekitar yang iba akhirnya mengevakuasi korban ke RS Sungai Dareh, Solok, menggunakan mobil pikap. Namun nyawa korban tak tertolong. Ia meninggal dunia keesokan harinya, Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 06.45 WIB.
Lebih ironis lagi, setelah korban dimakamkan, keluarga mendapati barang-barang milik almarhum di loket ALS Medan telah diacak-acak. Beberapa di antaranya hilang, termasuk sepatu baru milik anak korban. Ketika dimintai penjelasan, pihak ALS justru bersikap dingin dan menghindar.
Merasa dipermainkan, keluarga korban menggandeng LSM TKN Kompas Nusantara di bawah pimpinan Adi Warman Lubis, yang langsung mendatangi kantor ALS untuk menuntut pertanggungjawaban. Namun situasi justru memanas. Sopir bus yang dihadirkan pihak ALS dengan enteng mengaku memang sering merokok di dalam bus, meski tahu hal itu dilarang. Ia berdalih bahwa korban turun atas permintaan sendiri. Pernyataan itu membuat Adi Warman geram.

Ini manusia, bukan barang kiriman, Korban punya tiket resmi ALS. Perusahaan ini harus bertanggung jawab, bukan cuci tangan, tegas Adi dengan suara bergetar menahan amarah.
Dalam pertemuan lanjutan, manajemen ALS menyebut peristiwa itu bukan tanggung jawab perusahaan, melainkan pemilik bus. Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik dan dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai kemanusiaan.
Korban naik bus ALS, bayar tiket ALS, meninggal di perjalanan, lalu ALS bilang bukan tanggung jawab mereka Ini penghinaan terhadap akal sehat lanjut Adi Warman. Ia menegaskan akan membawa kasus ini ke jalur hukum serta meminta Kementerian Perhubungan dan aparat penegak hukum turun tangan.
Kami minta izin ALS dievaluasi, kalau perlu dicabut. Ini bukan sekadar kelalaian, ini sudah kejahatan kemanusiaan ujarnya. Kasus ini kini memantik gelombang kemarahan publik di berbagai daerah. Warganet ramai menuntut agar PT ALS bertanggung jawab penuh atas nyawa penumpang yang seharusnya mereka lindungi.
(Yetti Defrina_Pimpinan)
